top of page

Unconventional Training Club

Public·12 members
Jaxon Evans
Jaxon Evans

Baratayuda: Kisah Wayang yang Menggambarkan Karma dan Dharma


Kisah Perang Baratayuda PDF Download: Sebuah Wiracarita dari India yang Menjadi Bagian dari Budaya Jawa




Kisah perang Baratayuda adalah salah satu kisah paling terkenal dalam wiracarita Mahabharata dari India. Kisah ini menceritakan tentang perang besar yang terjadi di Kurukshetra antara keluarga Pandawa dan Korawa yang merupakan saudara sepupu. Perang ini dipicu oleh ambisi Duryodana, pemimpin Korawa, yang ingin merebut kekuasaan atas Astinapura, kerajaan yang seharusnya menjadi milik Yudistira, pemimpin Pandawa.




kisah perang baratayuda pdf download



Kisah perang Baratayuda tidak hanya populer di India, tetapi juga di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Kisah ini telah diadaptasi ke dalam berbagai bentuk seni dan budaya Jawa, seperti kakawin, wayang, dan tembang. Istilah Baratayuda sendiri berasal dari kata Bharatayuddha (Perang Bharata), yaitu judul sebuah naskah kakawin berbahasa Jawa Kuna yang ditulis pada tahun 1157 oleh Mpu Sedah atas perintah Maharaja Jayabhaya, raja Kerajaan Kadiri.


Kisah perang Baratayuda dalam versi Jawa memiliki beberapa perbedaan dengan versi aslinya dalam Mahabharata. Salah satu perbedaan yang mencolok adalah lokasi perang. Menurut tradisi Jawa, perang Baratayuda terjadi di Pulau Jawa, bukan di India. Selain itu, versi Jawa juga menyebut bahwa perang Baratayuda adalah peristiwa yang sudah ditakdirkan oleh dewata sebelum Pandawa dan Korawa dilahirkan.


Kisah perang Baratayuda mengandung banyak pelajaran dan nilai-nilai yang dapat diambil oleh pembaca atau penonton. Kisah ini menggambarkan tentang karma dan dharma, yaitu hukum sebab akibat dan kewajiban moral. Kisah ini juga menunjukkan tentang pentingnya persaudaraan, keadilan, kesetiaan, kesabaran, dan keberanian dalam menghadapi cobaan hidup.


Jika Anda tertarik untuk membaca atau menonton kisah perang Baratayuda dalam versi Jawa, Anda dapat mencari dan mendownload file PDF dari naskah kakawin Bharatayuddha, Serat Bratayuda, atau Serat Purwakandha. Anda juga dapat menonton pagelaran wayang kulit atau wayang orang yang mementaskan kisah ini dengan iringan gamelan dan tembang. Anda akan merasakan sensasi menyaksikan sebuah wiracarita yang telah berabad-abad menjadi bagian dari budaya Jawa.


Kisah Perang Baratayuda PDF Download: Ringkasan Cerita




Berikut adalah ringkasan cerita dari kisah perang Baratayuda dalam versi Jawa:


  • Perang Baratayuda berlangsung selama 18 hari di padang Kurusetra. Pihak Pandawa dipimpin oleh Yudistira (Puntadewa) dan didukung oleh sekutu-sekutunya seperti Kresna, Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa, Abimanyu, Gathotkaca, Seta, Drestadyumna, Satyaki, dan lain-lain. Pihak Korawa dipimpin oleh Duryodana (Suyudana) dan didukung oleh saudara-saudaranya seperti Dursasana, Aswatama, Karna, Salya, Bisma, Drona, Jayadrata, Sengkuni, dan lain-lain.



  • Perang Baratayuda dimulai dengan pertempuran antara Bisma dan Arjuna. Bisma adalah kakek dari Pandawa dan Korawa yang menjadi panglima perang Korawa karena terikat sumpah setia kepada Dretarastra (Destarata), ayah Duryodana yang buta. Arjuna adalah putra ketiga Pandu dan Kunti yang menjadi pemanah ulung dan murid Kresna. Pertempuran ini berlangsung sengit dan berakhir dengan jatuhnya Bisma setelah ditembus oleh panah Arjuna yang dibantu oleh Srikandi (Sumbadra), seorang wanita pemberani yang menjadi istri Arjuna.



  • Setelah Bisma gugur, panglima perang Korawa digantikan oleh Drona, guru Pandawa dan Korawa yang ahli dalam ilmu senjata. Drona bertekad untuk menangkap Yudistira hidup-hidup agar dapat mengakhiri perang dengan damai. Namun rencana ini gagal karena tipu muslihat Pandawa yang menyebarkan kabar bohong bahwa putra Drona, Aswatama telah tewas. Mendengar kabar ini, Drona kehilangan semangat bertempur dan akhirnya dibunuh oleh Drestadyumna (Drupada), putra Raja Drupada yang merupakan musuh bebuyutan Drona.



  • Setelah Drona tewas, panglima perang Korawa digantikan oleh Karna, sahabat karib Duryodana yang merupakan putra sulung Kunti dari Dewa Surya. Karna adalah seorang ksatria tangguh yang memiliki senjata sakti bernama Konta (Wijayan) yang dapat membunuh siapa saja kecuali Arjuna. Karna berhasil membunuh banyak sekutu Pandawa seperti Gathotkaca (putra Bima dari raksasa), Seta (putra Resi Wiyasa), dan Abimanyu (putra Arjuna dari Subadra). Namun Karna juga harus menghadapi nasib tragis ketika ia bertarung melawan Arjuna. Senjata saktinya gagal melesat karena kutukan Parasurama (Batara Guru), gurunya yang marah karena Karna berbohong tentang asal-usulnya. Akhirnya Karna tewas oleh panah Arjuna setelah roda keretanya terperosok ke lumpur.



  • Setelah Karna gugur, panglima perang Korawa digantikan oleh Salya (Saliya), raja Madra yang merupakan paman Nakula dan Sadewa. Salya sebenarnya lebih condong kepada Pandawa tetapi ia terpaksa memihak Korawa karena telah dijebak oleh Sengkuni (Sengkunyit), paman Duryodana yang licik. Salya tidak bertahan lama sebagai panglima karena ia segera dibunuh oleh Yudistira dalam pertarungan satu lawan satu.



  • Setelah Salya mati, hanya tersisa tiga orang Korawa yang masih hidup yaitu Duryodana, Aswatama (putra Drona), dan Kertawarma (putra Salya). Ketiganya bersembunyi di sebuah danau untuk menghindari kejaran Pandawa. Namun mereka akhirnya ditemukan oleh Pandawa yang menantang mereka untuk bertarung terakhir. Dalam pertarungan ini, Dursasana (saudara Duryodana) dibunuh oleh Bima dengan cara diseret keliling medan perang lalu dipatahkan lehernya dan diminum darahnya. Hal ini dilakukan sebagai balas dendam atas penghinaan yang dilakukan Dursasana kepada Dropadi (Drupadi), istri kelima Pandawa.



Pertarungan terakhir dalam perang Baratayuda adalah antara Duryodana melawan Bima. Keduanya saling beradu menggunakan gada sebagai senjata mereka. Pertarungan ini berlangsung sangat lama dan dramatis karena keduanya sama-sama kuat dan tangguh. Namun akhirnya Bima berhasil mengalahkan Duryodana dengan cara memukul paha kanannya dengan gada hingga patah. Hal ini dilakukan atas saran Kresna yang mengetahui bahwa


Kesimpulan



Kisah perang Baratayuda adalah salah satu kisah paling terkenal dalam wiracarita Mahabharata dari India. Kisah ini menceritakan tentang perang besar yang terjadi di Kurukshetra antara keluarga Pandawa dan Korawa yang merupakan saudara sepupu. Kisah ini mengandung banyak pelajaran dan nilai-nilai yang dapat diambil oleh pembaca atau penonton.


Kisah perang Baratayuda tidak hanya memiliki versi asli dalam Mahabharata, tetapi juga memiliki versi-versi lain dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Versi Jawa dari kisah perang Baratayuda disebut dengan Baratayuda atau Bharatayuddha. Versi ini memiliki beberapa perbedaan dengan versi asli, seperti lokasi perang dan takdir para tokoh.


Jika Anda tertarik untuk membaca atau menonton kisah perang Baratayuda dalam versi Jawa atau versi-versi lainnya, Anda dapat mencari dan mendownload file PDF dari naskah-naskah yang menyajikan kisah ini. Anda juga dapat menonton pagelaran wayang kulit atau wayang orang yang mementaskan kisah ini dengan iringan gamelan dan tembang. Anda akan merasakan sensasi menyaksikan sebuah wiracarita yang telah berabad-abad menjadi bagian dari budaya Indonesia. ca3e7ad8fd


About

Welcome to the group! You can connect with other members, ge...
bottom of page